Jawaban singkatnya
- Sejak seorang peramal bilang di TV nasional pada Januari 2026 bahwa Gwanaksan punya energi terbaik di Seoul, anak muda Korea ramai mendakinya untuk mengubah nasib. Mereka menyebutnya gaeun sanhaeng, pendakian pembuka hoki.
- Ritualnya sederhana: sampai di puncak, Yeonjudae (629 m), ucapkan permohonan yang sama tiga kali, lalu foto bareng batu puncak. Kuil Yeonjuam yang menempel di tebing ada tepat di bawahnya.
- Pemula biasanya mulai dari gedung fakultas teknik Seoul National University. Perlengkapan bisa disewa di pusat hiking milik kota di dalam Stasiun Gwanaksan (Jalur Sillim), Selasa sampai Minggu.
- Datanglah di pagi hari kerja. Antrean akhir pekan di batu puncak adalah biang kerok utama yang bikin hari jadi kacau.
Dulu Gwanaksan identik dengan bapak-bapak pensiunan berjaket windbreaker kembar. Coba daki di akhir pekan tahun ini, dan pemandangannya beda total: mahasiswa pakai legging, pekerja kantoran yang ambil cuti sehari, rombongan teman yang saling merekam untuk Reels. Banyak dari mereka bukan datang buat olahraga. Mereka datang buat cari hoki.
Panduan ini menjelaskan dari mana tren ini berasal, apa yang sebenarnya dilakukan orang di puncak, dan cara ikut bergabung tanpa harus antre sejam.
Kenapa sekarang semua orang mendaki Gwanaksan?
Semuanya berawal dari satu kalimat di televisi. Di talk show tvN You Quiz on the Block yang tayang 28 Januari 2026, Park Seong-jun, peramal dengan pengalaman 30 tahun, ditanya bagaimana cara membalikkan nasib. Selain berbagi dengan orang lain, katanya: pergilah ke Gwanaksan. Menurutnya, gunung ini punya energi terbaik di antara semua gunung di Seoul, dan bahkan ada pepatah bahwa permohonan yang diulang tiga kali di Yeonjudae akan terkabul.
Klipnya langsung viral di mana-mana. Menurut Herald Corporation, minat pencarian “Gwanaksan” di Naver melonjak dari di bawah 10 pada Februari 2025 ke puncak 100 pada 31 Januari 2026. Hankyung menemukan Reels pendakian dengan 550,000 dan 1.33 juta tayangan. Warganet bahkan bikin istilah 관쫀쿠, plesetan dari kue kenyal Dubai yang lagi viral (dujjonku), untuk bilang bahwa foto di puncak sudah jadi barang wajib berikutnya.
Kata yang bakal sering kamu dengar adalah 개운 (gaeun), artinya kurang lebih “membuka keberuntungan”. Istilah ini satu keluarga dengan saju, ramalan empat pilar khas Korea yang dicek anak muda Korea sesantai membaca zodiak. Kalau saju bilang tahun berat akan datang, kebiasaan gaeun adalah cara menyiasatinya: pakai warna keberuntungan, memberikan sesuatu ke orang lain, atau mendaki gunung yang gi (energinya) kuat.
Latar belakang: Gwanaksan, gunung api Seoul
Gwanaksan sudah berabad-abad dikenal sebagai gunung berenergi kuat. Dalam geomansi era Joseon, puncak-puncak granit bergerigi di selatan Sungai Han dibaca sebagai gunung api yang panasnya mengarah ke istana kerajaan. Itulah kenapa gerbang Gyeongbokgung dijaga haetae, makhluk mitos yang dipercaya bisa menelan api, dan papan nama Sungnyemun dipasang vertikal, bukan horizontal. Jadi saat seorang peramal bilang energi Gwanaksan kuat, ia sedang mengutip cerita yang dipelajari kebanyakan orang Korea di sekolah. Panduan pungsu (feng shui) di Seoul kami membahas gambaran lebih luasnya.
Apa yang sebenarnya dilakukan orang di puncak?
Tujuannya adalah Yeonjudae, teras batu kecil di puncak dengan penanda batu dan balai pertapaan mungil bernama Eungjinjeon yang dibangun persis di bibir tebing. Ritual yang diikuti kebanyakan pendaki muda adalah:
- Ucapkan permohonan tiga kali, permohonan yang sama, idealnya di depan batu puncak atau balai.
- Foto bareng batu puncak. Di sinilah antrean terbentuk. Cepat saja, lalu minggir.
- Mampir ke Yeonjuam, kuil tepat di bawah puncak. Menurut tradisi, kuil ini berdiri tahun 677, saat biksu Uisang dikatakan mendirikannya; tahun 1411 dipindah ke lokasinya sekarang. Masuknya gratis, dan ada satu bangunan pemujaan berisi potret Pangeran Hyoryeong, kakak Raja Sejong.
- Makan mi cup. Kuil menjual mi cup dan air, dan menyeruputnya sambil duduk di anak tangga sudah jadi bagian dari ritual. Bawa uang tunai: menurut para pendaki, pembayaran kartu tidak diterima.
Yeonjuam juga punya program temple stay, dan sejak tayangan itu jadi susah dipesan. Kantor kuil mengatakan kepada Digital Daily bahwa sebagian besar peserta sekarang berusia 20-30-an, dan kadang turis asing muda datang berombongan. Kalau tertarik menginap semalam, cek panduan temple stay berbahasa Inggris kami untuk cara pemesanannya.
Etika di puncak
- Ikut antre untuk batu puncak, jangan menyelip demi sudut samping. Ambil dua atau tiga foto, lalu gantian.
- Eungjinjeon adalah balai doa yang aktif dengan ibadah rutin sepanjang hari. Pelankan suara dan jangan merekam orang yang sedang berdoa.
- Park Seong-jun sendiri bilang menghormati tempat itu penting. Bawa turun sampahmu.
Jalur Gwanaksan mana yang terbaik untuk pemula?
Kebanyakan rombongan pendaki pencari hoki memakai jalur fakultas teknik Seoul National University (SNU). Jalurnya menyusuri lembah dengan anak tangga batu hampir di sepanjang jalan, dan bagian yang benar-benar berat cuma 깔딱고개 (kkaldak gogae), “tanjakan ngos-ngosan” berupa tangga panjang tepat sebelum punggungan. Seorang reporter Hankyung butuh sekitar 70 menit dari gedung fakultas teknik ke puncak. Pusat hiking kota mencatat jaraknya 4.7 km dan mengalokasikan 3.5 jam, alias tempo santai dengan istirahat.
🥾 Jalur utama menuju Yeonjudae (jarak dan waktu dari Seoul Hiking Tourism Center dan GQ Korea)
| Jalur | Titik awal | Jarak / waktu | Cocok untuk |
|---|---|---|---|
| Jalur fakultas teknik SNU | Gedung fakultas teknik SNU (area Gedung 301) | 4.7 km, sekitar 1.5–3.5 jam sekali jalan | Pendaki pertama kali; jalur klasik pencari hoki |
| Punggungan Jaunam | Gedung fakultas teknik SNU | 4.3 km, sekitar 3 jam | Pendaki yang ingin batu dan pemandangan; ada bagian memanjat |
| Jalur Gwacheon via Yeonjuam | Gwacheon Hyanggyo (sisi Stasiun Gwacheon) | 4.1 km, sekitar 2 jam | Tanjakan lebih landai yang melewati kuil lebih dulu |
| Taman Gwanaksan ke mata air Samgeori | Gerbang Taman Gwanaksan dekat Stasiun Gwanaksan | 3.4 km, sekitar 1.5 jam | Jalan santai di hutan tanpa ke puncak |
| Punggungan Sadang | Stasiun Sadang | sekitar 3 jam | Khusus pendaki berpengalaman; beberapa punggungan batu |
Untuk ke gedung fakultas teknik, naik bus 5511 atau 5513 dari pintu keluar 3 Stasiun Seoul Nat’l Univ. (Jalur 2). Keduanya berputar mengelilingi kampus; pendaki turun dekat gedung fakultas teknik di bagian paling atas kampus. Cari “서울대 신공학관” di Naver Map untuk melihat haltenya.
Tidak ada toilet umum yang layak di titik awal SNU, jadi pakai toilet di stasiun atau minimarket kampus sebelum mulai. Yeonjuam punya toilet dekat puncak.
Nggak punya sepatu hiking? Sewa di stasiun
Hiking Tourism Center Seoul, cabang Gwanaksan dibuka 1 November 2024 di lantai basement 1 Stasiun Gwanaksan (Jalur Sillim, 23 Sillim-ro). Buka Selasa sampai Minggu, pukul 09.00 sampai 18.00 (Senin tutup) dan menyewakan sepatu, pakaian hiking, tongkat, ransel, sarung tangan, dan crampon untuk turis asing serta orang Korea yang mendaki bersama mereka. Ada juga sterilisator sepatu, lemari penyegar pakaian, ruang rias, dan peta jalur gratis berbentuk gelang. Di pusat hiking kota lainnya, biaya sewanya sekitar ₩1,000–2,000 per barang.
Kapan sebaiknya datang supaya nggak antre?
Di hari kerja, mulai antara pukul 9 dan 10 pagi. Itu saran dari panduan jalur GQ Korea, dan cocok dengan temuan para reporter. Saat kunjungan hari kerja di bulan Maret, Hankyung menghitung sekitar 30 orang antre, kira-kira 15 menit menunggu. Di akhir pekan yang ramai bulan Februari, kerumunannya parah sampai ada pendaki yang turun tanpa foto puncak, dan dinas taman Gwacheon menyebut sudah menerima keluhan yang meminta pengaturan keramaian.
Beberapa hal lain yang perlu direncanakan:
- Musim gugur dan musim semi adalah musim puncak. Akhir Oktober sampai awal November membawa dedaunan merah dan keramaian terbesar. Cek panduan waktu dedaunan musim gugur kami.
- Puncaknya granit. Licin setelah hujan dan membeku dari Desember sampai Maret, saat crampon layak disewa. Tangga dekat puncak curam.
- Mulai turun selagi masih terang. Jalur tidak berlampu. Dalam keadaan darurat, telepon 119; tiang jalur punya nomor lokasi yang bisa kamu bacakan.
- Gunung di Seoul juga punya aturan, dari larangan minum alkohol di beberapa area sampai denda kalau keluar dari jalur resmi. Lihat aturan dan denda hiking di Korea.
Apakah pendakian cari hoki cuma tren sesaat?
Sebagian, iya. Antrean di puncak mungkin menyusut seiring meredupnya efek TV. Tapi pendakian cari hoki ini menumpang pada sesuatu yang lebih besar: anak muda Korea sudah bertahun-tahun gandrung hiking, dan Seoul kini memasarkan gunung-gunungnya sebagai alasan turis asing untuk datang. Pusat hiking Bukhansan melaporkan bahwa 60% pengunjungnya tahun lalu adalah turis asing, dan cabang Gwanaksan punya pengunjung terbanyak di antara tiga pusat milik kota.
Park Seong-jun sendiri sudah pindah ke rekomendasi baru. Di acara KBS2 Malja Show pada 18 Mei 2026, ia menyebut dua “Gwanaksan kedua”: Gatbawi di Gunung Palgongsan, Daegu, patung Buddha yang terkenal mengabulkan satu permohonan, dan Boriam di Namhae, pertapaan di atas laut selatan.
Kalau penasaran dengan sisi ramalannya, baca penjelasan kami tentang bagaimana saju muncul dalam keseharian orang Korea dan ramal nasib di Seoul sebagai langkah berikutnya.
Makan di mana setelah mendaki?
Kalau turun lewat sisi Gwacheon, ada dua restoran dekat titik awal jalur yang terus-terusan direkomendasikan.
📍 Buka di Naver Map 📍 Buka di Naver Map
Untuk gunung-gunung lain di dalam kota, baca gunung yang benar-benar didaki warga Seoul dan kenapa orang Korea berpakaian ala pro di jalur hiking.
Sumber data
- Pemerintah Kota Seoul — Hiking Tourism Center, cabang Gwanaksan (lokasi, jam buka, jalur)
- Pemerintah Kota Seoul — Pusat hiking Bukhansan dan Bugaksan (barang sewaan dan tarif)
- Pemerintah Kota Seoul — Tiga cara menikmati Gwanaksan (ketinggian, jalur)
- Seoul Shinmun — Turis asing dan pusat hiking Seoul (Maret 2026)
- Herald Corporation — Tayangan TV dan data pencarian (Februari 2026)
- Hankyung — Hari kerja di Yeonjudae (Maret 2026)
- Sports Kyunghyang — Pilihan "Gwanaksan kedua" (Mei 2026)
- Digital Daily — Temple stay di Yeonjuam (Mei 2026)
- GQ Korea — Jalur pemula dan restoran di Gwanaksan
- Seoul National University — Menuju kampus Gwanak