Jawaban singkatnya

  • Kebiasaan memanggang samgyeopsal ternyata baru-baru saja. Di koran tahun 1934, namanya saja sudah segyeopsal, dan hingga buku masakan istana 1957 potongan ini adalah bahan untuk direbus.
  • Alasan penentu ia akhirnya naik ke panggangan bukan ekspor — melainkan bau. Baru setelah perbaikan bibit dan kastrasi menghilangkan bau jantan babi, pemanggangan asin polos menjadi mungkin.
  • Kisah populer "sisa daging dari ekspor ke Jepang" bertentangan dengan data perdagangan dan linimasa. Ekspor berhenti pada 1978 dan praktis nol pada awal 1980-an.
  • Kini orang Korea begitu menyukainya sampai harus mengimpornya. Pada 2024 ia menjadi potongan favorit 60.0% orang Korea dan sekitar 45% daging babi impor berdasarkan potongan.

Lemak memercik dan berderak. Panggangan membara, dan enam iris daging babi mentah mendesis begitu menyentuh logam. Penjepit membalik, gunting memotong. Selembar selada dibentangkan, satu siung bawang putih yang dicelup ssamjang diletakkan di atasnya. Adegan yang bisa kamu temui setiap malam, di lingkungan mana pun di Seoul.

Tapi sandingkan adegan itu dengan halaman koran sembilan puluh tahun lalu, semuanya buyar. Dong-A Ilbo edisi 3 November 1934 memuat satu kalimat tentang potongan ini — dan tak ada kata memanggang di dalamnya. Namanya pun bukan samgyeopsal.

Ini bukan kisah soal harga, juga bukan perdebatan porsi. Ini menelusuri bagaimana nama sebuah potongan berubah, bagaimana daging rebus berakhir di atas panggangan, dan mengapa penjelasan paling terkenal untuk perjalanan itu tak cocok dengan angka-angkanya.

Apa Nama Asli Samgyeopsal?

Segyeopsal. Catatan koran tertua yang terkonfirmasi — sebuah artikel Dong-A Ilbo tertanggal 3 November 1934 — menyebut potongan ini segyeopsal. Encyclopedia of Korean Culture, terbitan Academy of Korean Studies, mengutip teks aslinya.

Dong-A Ilbo, 3 November 1934: "Soal rasa daging babi, (dihilangkan) segyeopsal (disebut sam-mae, 'tiga lapis') di antara paha belakang dan perut adalah yang paling enak, lalu daging leher."

Satu kalimat itu menyampaikan tiga hal sekaligus.

Pertama, orang Korea pada 1930-an sudah tahu persis bagian mana dari babi yang paling enak — potongan antara paha belakang dan perut, lalu leher. Itu nyaris persis, sembilan puluh tahun kemudian, dengan survei 2024 di mana dua potongan favorit orang Korea adalah samgyeopsal dan moksim (leher).

Kedua, ejaannya segyeopsal, bukan samgyeopsal. Encyclopedia of Korean Culture mencatat bahwa segyeopsal tetap menjadi istilah resmi sampai awal 1980-an, dan nama samgyeopsal yang bercampur hanja baru menjadi standar setelahnya.

Ketiga, hanja 三枚 diberi keterangan dalam tanda kurung — bukti dokumen langsung untuk teori bahwa kata ini dipengaruhi sanmai niku (“daging tiga lapis”) dari bahasa Jepang. Apakah ejaan itu benar-benar kata serapan Jepang atau sekadar kebiasaan zaman itu memberi catatan hanja pada kata Korea masih perlu verifikasi terpisah. Ada juga teori asal Kaesong — bahwa para pedagang Kaesong yang menciptakan kata itu — tapi belum ada sumber primer yang terkonfirmasi.

Catatan untuk pembaca yang memakai sumber bahasa Inggris

Artikel samgyeopsal di Wikipedia bahasa Inggris menulis item yang sama ini sebagai Dong-A Ilbo, 3 November 1984. Padahal ejaan kutipannya ("잇는", "맛이 잇다") adalah ortografi 1930-an, dan Encyclopedia of Korean Culture menulis 1934. Tahun yang benar adalah 1934 — Wikipedia bahasa Inggris tampaknya salah lima puluh tahun. Kalau kamu pertama kali mengenal sejarah samgyeopsal lewat sumber berbahasa Inggris, ada baiknya membetulkan tahunnya dulu sebelum lanjut membaca.

Penetapan namanya bahkan butuh waktu lebih lama. Sebagian catatan menyebut segyeopsal (baetbaji, “daging perut”) muncul dalam edisi revisi Joseon Yori Jebeop tahun 1931, tapi aslinya belum dicocokkan. Ungkapan samgyeopsal disebut pertama kali muncul di pers pada 1959, meski sumber-sumber berbeda pendapat apakah medianya Kyunghyang Shinmun atau Chosun Ilbo. Klaim bahwa samgyeopsal menjadi istilah administratif lewat undang-undang 1990 tentang penetapan harga berbeda per potongan juga perlu diverifikasi dengan naskah undang-undangnya. Begitu pula, Standard Korean Language Dictionary terbitan National Institute of Korean Language pertama kali terbit tahun 1999, sehingga tahun 1994 yang kerap dikutip untuk entrinya kemungkinan tidak akurat.

Satu trivia ringan: namanya bilang tiga lapis, tapi dagingnya tidak mau patuh. Daging dan lemak biasanya berselang-seling empat kali. Sejak awal, samgyeopsal sudah meleset satu lapis dari kenyataan.

60.0%

Proporsi orang Korea yang memilih samgyeopsal sebagai potongan daging babi favorit (2024, KREI Agricultural Outlook 2025). Leher di posisi kedua dengan 24.5%

45%

Pangsa samgyeopsal dalam daging babi impor menurut potongan (148,013 ton dari 330,555 ton, kumulatif Jan–Jul)

30.90kg

Konsumsi daging babi per kapita per tahun (2024, Korea Meat Trade Association). Pada 1980 hanya 6.34 kg

10kg

Hasil samgyeopsal dari seekor babi hidup 110 kg. Alasan fisik di balik ketergantungan impor

Kenapa Sampai 1957 Samgyeopsal Masih Daging Rebus?

Karena kalau dipanggang, tidak bisa dimakan. Alasannya sederhana: bau.

Buku masakan istana Ijo Gungjeong Yori Tonggo tahun 1957, yang disusun Han Hui-sun dan kawan-kawan, menyatakannya terus terang: jeyuk pyeonyuk adalah segyeopsal babi yang direbus lalu diiris tipis. Dalam buku yang menelusuri garis keturunan masakan kerajaan Joseon ini, samgyeopsal masuk ke panci, bukan ke panggangan.

Ijo Gungjeong Yori Tonggo, 1957: "Jeyuk pyeonyuk adalah segyeopsal babi, direbus lalu diiris tipis."

Encyclopedia of Korean Culture juga mencatat bahwa samgyeopsal secara historis paling sering dimakan sebagai jjim (dikukus-bumbu), pyeonyuk, atau jorim (direbus kecap). Menurut catatan Farm Insight, sampai 1970-an baik sapi maupun babi paling umum dimasak sebagai suyuk (daging rebus), guk, atau tang (sup dan semur).

Masalahnya ada pada bau jantan babi — bau tajam dan amis khas babi jantan yang tidak dikastrasi. Di era teknik peternakan yang masih kasar, daging babi membawa bau itu, dan memanggangnya hanya dengan garam justru makin mengeluarkannya. Maka orang merebus untuk membuang bau, atau menguburnya di bawah bumbu. Suyuk, pyeonyuk, jjim, jorim, panggang berbumbu — sampai 1970-an, seluruh daftar resep daging babi sebenarnya adalah daftar cara mengatasi bau.

Dengan kata lain, tidak memanggang samgyeopsal bukan soal selera. Itu keterbatasan teknis.


Benarkah Kisah "Jepang Hanya Membeli Potongan Tanpa Lemak"?

Itu penjelasan yang sering diulang, tapi tidak cocok dengan statistik ekspor ataupun linimasa. Ini bagian terpenting dari artikel ini.

Teori umum dan sanggahannya, berdampingan

Teori umum: Pada 1960–70-an Jepang hanya mengimpor potongan tanpa lemak seperti tenderloin dan loin, menyisakan samgyeopsal yang berlemak di Korea untuk dijual murah. Saat krisis daging 1978 menghentikan total ekspor ke Jepang, volume ekspor itu dilepas ke pasar domestik, mempopulerkan samgyeopsal pada 1980-an.

Sanggahan (ahli industri babi, Dr. Kim Tae-gyeong, Farm Insight): Ekspor daging babi ke Jepang melesat dengan 3,802 ton pada 1972 dan memuncak sekitar 22,000 ton sepanjang 1974–1977, sebelum berhenti karena harga domestik naik. Pada awal 1980-an, ekspor daging babi ke Jepang praktis nol. Artinya tidak ada sisa volume ekspor yang bisa membanjiri pasar domestik tepat saat ledakan samgyeopsal terjadi. Dr. Kim juga melaporkan risetnya menemukan tidak ada satu pun peternakan babi Korea yang dimasuki modal Jepang.

Jangan membaca salah satu sisi sebagai fakta final — meski angka ekspor di bawah ini adalah angka yang terkonfirmasi.

🥓 Ekspor daging babi ke Jepang, 1962–1984 — angka yang menguji teori umum (Farm Insight)

PeriodeVolume eksporMaknanya
196239 ton daging babi, 40,535 babi hidupAwal ekspor. Volumenya sendiri sudah tak berarti
1963398.1 ton daging babiMasih skala kecil
19723,802 ton / US$5.789 jutaEkspor daging babi ke Jepang melesat sungguhan
1974–1977Sekitar 22,000 ton total selama empat tahunPertumbuhan belum pernah terjadi. Puncaknya
1978Praktis berhentiHarga domestik naik dan krisis daging
Awal 1980-anPraktis tidak adaTak ada sisa volume tepat saat ledakan samgyeopsal meletus
Paruh kedua 1983Guncangan harga akibat produksi berlebih
1984296 tonEkspor ke Jepang dilanjutkan, sekitar 1% dari puncak
Setelah 1995LPC berorientasi ekspor mulai mengolah potongan secara penuh

Dr. Kim Tae-gyeong membalik arah kausalitasnya. Pertanyaan baliknya adalah jantung perdebatan ini: jika loin dan tenderloin tidak pernah diekspor ke Jepang melainkan beredar di dalam negeri, akankah orang Korea jadi menyukai loin dan tenderloin seperti orang Jepang?

Dengan kata lain, ekspor tidak membuat orang Korea makan samgyeopsal; orang Korea sekadar memakai ekspor untuk membuang potongan yang jarang mereka makan. Fakta bahwa koran 1930-an sudah menempatkan daging antara perut dan paha belakang sebagai yang terbaik mendukung arah ini. Preferensi itu ada lebih dulu daripada ekspor.

Agar adil, Dr. Kim memang memberi ruang bahwa teori umum tidak sepenuhnya tanpa dasar — ia menduga sejak akhir 1970-an hanya loin dan tenderloin yang diekspor. Rumusannya yang tepat: ekspor ke Jepang bukanlah penyebab penentu preferensi samgyeopsal orang Korea, melainkan lebih dekat sebagai hasil yang memanfaatkan preferensi itu.

Lalu Apa yang Sebenarnya Menaikkan Samgyeopsal ke Panggangan?

Penjelasan yang paling berdasar adalah perbaikan bibit. Menghilangkan bau jantan babi adalah titik baliknya.

Dua hal terjadi bersamaan. Satu adalah persilangan tiga galur — mengawinkan tiga bibit untuk memperbaiki kualitas daging. Lainnya adalah kastrasi di tahap produksi. Saat keduanya menyebar, bau jantan hilang, dan baru saat itulah pemanggangan asin polos roseu-gui menjadi mungkin. Farm Insight dan Wikipedia bahasa Inggris menggambarkan hal ini dengan semangat yang sama.

Peternakan babi korporat ikut mendorong perubahan. Pada 1973, Cheil Jedang milik Samsung Group memulai usaha peternakan babi di Yongin, Gyeonggi-do, dan pada 1976 berkembang menjadi peternakan skala korporat yang besar. Sekitar masa ini muncul penilaian bahwa kualitas daging membaik dengan nyata berkat perbaikan bibit dan pakan campuran. Namun Cheil Jedang kemudian mundur dari peternakan babi, di tengah protes petani atas kontroversi spekulasi tanah.

Penjelasan lain, lebih masuk akal daripada teori sisa ekspor

Pada 1980-an, pabrik pengolahan daging skala besar seperti Lotte Ham dan Baekseol Ham mulai beroperasi. Potongan yang dipakai sebagai bahan baku ham dan sosis kebanyakan dari paha depan dan paha belakang — dan potongan yang tidak dipakai sebagai bahan baku mengalir ke pasar domestik. Farm Insight berpendapat sisa pengolahan ini menjelaskan pasokan samgyeopsal 1980-an lebih baik daripada kisah sisa ekspor. Waktunya pun pas persis dengan naiknya samgyeopsal.

Ada juga latar kebijakan. Sampai 1980-an, daging sapi adalah daging paling disukai di Korea. Tapi sapi dipakai sebagai tenaga tarik di pertanian, sehingga pemerintah mendorong konsumsi babi dan ayam. Di negara yang mempromosikan daging babi demi menghemat sapinya, potongan daging babi yang paling enak akhirnya menjadi makanan nasional — begitulah intinya.

Bagaimana Api Berubah?

Saat bahan bakar berubah, kedai BBQ menyebar. Jika perbaikan bibit membuat memanggang menjadi mungkin, gas membuatnya menjadi mudah.

Pada 1970-an, saat pasokan gas propana dimulai, kedai panggang berlipat ganda. Catatan dari periode ini menyebut banyak kedai panggang bermunculan di Mapo — seperti Mapo Galbi — bukti tak langsung bahwa Mapo adalah pusat awal pemanggangan daging Korea. Pada akhir 1970-an, restoran khusus samgyeopsal-gui muncul, dan pada awal 1980-an mereka terkonsentrasi di Samgak-dong, Seoul.

Benda penentunya hadir pada 1980: kompor gas butana portabel, yang dijual besar-besaran. Sejak itu nama samgyeopsal muncul di menu restoran. Pada pertengahan 1980-an, kompor portabel ada di mana-mana, dan memanggang samgyeopsal menjadi sinonim dengan makan-makan kantor di luar ruangan. Ada catatan bahwa begitu banyak orang membawa panggangan ke gunung dan lembah sampai Korea Forest Service menertibkannya — tapi hanya sumber sekunder yang mengonfirmasi, dan artikel-artikel sezamannya perlu dicek.

🥓 Linimasa penyebaran samgyeopsal — hanya catatan terkonfirmasi (1934–2024)

TahunPeristiwaSumber
3.11.1934Dong-A Ilbo: segyeopsal (disebut sam-mae) antara paha belakang dan perut adalah yang paling enakEncyclopedia of Korean Culture
1957Ijo Gungjeong Yori Tonggo: jeyuk pyeonyuk adalah segyeopsal rebus yang diiris — samgyeopsal masih daging rebus di era iniEncyclopedia of Korean Culture
1959Kemunculan pertama kata samgyeopsal di persCatatan media bertentangan; perlu verifikasi
1972Ekspor daging babi ke Jepang melesat: 3,802 tonFarm Insight
1973Cheil Jedang memulai peternakan babi di Yongin, Gyeonggi-doMorning Calm
1974~77Ekspor ke Jepang total sekitar 22,000 ton selama empat tahun, lalu berhentiFarm Insight
1976Cheil Jedang berkembang menjadi peternakan skala korporat; perbaikan bibit dan pakan campuran mengangkat kualitas dagingMorning Calm
1970-anPasokan gas propana menyebarkan kedai panggangWikipedia bahasa Korea
Akhir 1970-anRestoran khusus samgyeopsal-gui munculEncyclopedia of Korean Culture
1980Kompor gas butana portabel dijual besar-besaran; samgyeopsal muncul sebagai menu restoranWikipedia bahasa Korea
Awal 1980-anRestoran khusus samgyeopsal-gui terkonsentrasi di Samgak-dong, SeoulEncyclopedia of Korean Culture
Awal 1980-anEkspor daging babi ke Jepang praktis nol — kontradiksi linimasa dalam teori sisa eksporFarm Insight
1980-anPabrik pengolahan daging seperti Lotte Ham dan Baekseol Ham beroperasi — teori sisa pengolahanFarm Insight
Pertengahan 1980-anKompor gas portabel ada di mana-manaEncyclopedia of Korean Culture
Akhir 1990-anTren samgyeopsal sotttukkeong (tutup kuali)Encyclopedia of Korean Culture
1997~98Krisis finansial IMF; muncul istilah “samgyeopsal IMF”Encyclopedia of Korean Culture
Sekitar 2000Ogyeopsal — istilah pemasaran oleh pedagang untuk samgyeopsal dengan kulitWikipedia bahasa Korea
2010~11Penyakit mulut dan kuku; sekitar 30% ternak nasional, 3.32 juta ekor, dimusnahkanKREI Agriculture Policy Focus 2012
2016Makalah KREI: kenaikan debu halus 10 ㎍/㎥ menaikkan belanja samgyeopsal minggu berikutnya sebesar ₩23.9KREI Journal of Rural Economics
17.9.2019Wabah demam babi Afrika pertama di dalam negeri, di Yeondasan-dong, Paju, Gyeonggi-doWikipedia bahasa Korea
9.2021samgyeopsal masuk Oxford English DictionaryBlog resmi OED
2024Konsumsi daging babi per kapita sekitar 30 kg; samgyeopsal potongan favorit dengan 60.0%KREI, Korea Meat Trade Association

Kapan Samgyeopsal Menjadi Makanan Nasional?

Menurut angka, ia dimulai pada 1980-an dan mengukuh pada 1990-an. 1980-an adalah dekade ketika konsumsi daging babi per kapita nyaris dua kali lipat dalam sepuluh tahun.

🥓 Konsumsi daging per kapita tahunan, 1980–2024 (kg, Korea Meat Trade Association)

TahunSapiBabiAyamTotal
19802.626.342.3811.34
19852.928.413.0714.40
19904.1311.784.0019.91
19956.7214.755.9827.45
20008.5116.506.9231.93
20056.7417.827.5832.14
20108.8319.2510.6938.77
201510.9022.8013.4047.10
202013.0026.0014.7053.70
202415.0030.9015.5061.40

Dari 6.34 kg pada 1980 menjadi 30.90 kg pada 2024, konsumsi daging babi per kapita tumbuh sekitar 4.9 kali lipat. Pada periode yang sama sapi tumbuh 5.7 kali dan ayam 6.5 kali — laju lebih tinggi — tapi dalam volume absolut daging babi kini lebih dari dua kali lipat sapi dan ayam sekaligus.

Institusi yang berbeda memberi angka yang sedikit berbeda. Agricultural Outlook 2025 dari Korea Rural Economic Institute memperkirakan konsumsi daging babi per kapita 2024 sebesar 30.0 kg — naik 1.4% dari 29.6 kg setahun sebelumnya. Sumber yang sama menempatkan ayam di 15.2 kg dan sapi di 14.9 kg. Selisih antara 30.90 kg versi asosiasi dan 30.0 kg versi institut berasal dari basis perhitungan yang berbeda, jadi paling aman membaca angkanya sekitar 30 kg.

Hati-hati dengan perbandingan internasional. Menurut ukuran pasokan pangan FAO, pasokan daging babi per kapita Korea tahun 2023 adalah 39.71 kg — tapi itu berbasis berat karkas dan pasokan, sehingga tidak bisa dibandingkan langsung dengan angka domestik 30 kg. Peringkat Korea secara global belum terkonfirmasi dalam lingkup pemeriksaan ini.

Krisis finansial 1997 adalah titik yang sering salah dibaca orang pada kurva ini. IMF tidak menciptakan samgyeopsal. Lihat tabelnya: konsumsi sudah tinggi sejak pertengahan 1990-an. Yang dilakukan krisis itu berbeda. Ia mengunci makna “penghiburan murah” pada hidangan ini — sampai-sampai lahirlah istilah “samgyeopsal IMF”. Itu juga latar mengapa soju dan samgyeopsal menjadi menu makan-makan kantor bawaan sejak 1990-an.

Kenapa Korea Mengimpor Samgyeopsal, Bukan Loin?

Karena seekor babi menghasilkan samgyeopsal yang amat sedikit. Dari babi hidup 110 kg, kamu hanya mendapat sekitar 10 kg samgyeopsal. Enam puluh persen negeri menginginkan potongan yang sama, padahal belum sampai sepersepuluh hewan itu adalah potongan tersebut.

🥓 Daging babi impor menurut potongan — kumulatif Jan–Jul, tahun dasar perlu dikonfirmasi ulang (Korea Meat Trade Association)

PotonganVolume impor (ton)Pangsa
Samgyeopsal148,013sekitar 44.8%
Paha depan133,043sekitar 40.2%
Leher26,104sekitar 7.9%
Loin11,074sekitar 3.4%
Paha belakang6,998sekitar 2.1%
Iga4,633sekitar 1.4%
Lainnya690sekitar 0.2%
Total330,555100%

Tabel ini adalah selera sebuah negeri yang diwujudkan sebagai data. Samgyeopsal dan paha depan bersama-sama mencapai 85%. Impor loin nyaris tak melewati 3%. Mengingat loin adalah potongan termahal di pasar daging babi Barat, tabel ini tampak terbalik.

Dalam satu kalimat: negeri ini tidak mengimpor loin — ia mengimpor samgyeopsal. Pangsa samgyeopsal dalam daging babi impor adalah 44.8%

Daging Korea dan impor juga berbeda pada wujudnya. Korea Pork Producers Association menggambarkan samgyeopsal domestik sebagai potongan utuh, 1.5–2 kali lebih tebal daripada impor, dengan warna merah yang tegas. Organisasi itu juga menyebut daging domestik sampai ke meja dalam 3–7 hari setelah disembelih, sementara impor butuh lebih dari sebulan dan kebanyakan datang beku. Ingat, ini materi dari kelompok berkepentingan terhadap daging babi domestik, jadi paling tepat dibaca sebagai klaim industri.

Wabah juga mengguncang struktur pasokan ini. Saat wabah penyakit mulut dan kuku 2010–2011, sekitar 30% ternak nasional — 3.32 juta ekor — dimusnahkan. Pada Maret 2012 jumlah induk babi pulih ke 97% dari level sebelum wabah, tapi induk pengganti yang ditambah terburu-buru hanya 85% seproduktif induk normal, dan 8–10% konsumen melaporkan kualitas daging menurun. Lalu, pada 17 September 2019, demam babi Afrika pertama kali terdeteksi di Korea, di sebuah peternakan di Yeondasan-dong, Paju, Gyeonggi-do.


Samgyeopsal Berevolusi Menjadi Berapa Wajah?

Satu potongan terus menjual dirinya kembali dalam bentuk-bentuk baru selama empat puluh tahun. Berikut bentuk-bentuk yang terkonfirmasi oleh catatan. Saya mengeluarkan bentuk apa pun yang waktunya tidak bisa diverifikasi.

Jeyuk pyeonyuk / suyuk

~1970-an

Bentuk asli samgyeopsal. Direbus lalu dimakan dalam irisan tipis — cara yang dicatat dalam Ijo Gungjeong Yori Tonggo 1957, dan resep bawaan sebuah era ketika bau jantan membuat memanggang mustahil.

Samgyeopsal beku generasi pertama

1970-an

Pada 1970-an, samgyeopsal kabarnya didistribusikan hampir seluruhnya dalam keadaan beku. Daging beku beriris tipis yang dilempar ke panggangan adalah standar kedai BBQ awal.

Panggang asin / roseu-gui

akhir 1970-an–1980-an

Bentuk yang muncul setelah perbaikan bibit dan kastrasi menghilangkan bau jantan. Daging babi mentah tanpa bumbu, dicocol garam saja. Inilah yang kita sebut samgyeopsal hari ini.

Samgyeopsal sotttukkeong

akhir 1990-an

Dipanggang di atas tutup kuali besi yang dibalik, bukan piring datar. Lemak menggenang di pinggirnya, cocok untuk memasak kimchi atau tauge di sampingnya — produk dari perang diferensiasi.

Daepae samgyeopsal

1990-an, asal-usul diperdebatkan

Samgyeopsal diserut setipis kertas, seperti diserut ketam kayu. Anekdot terkenalnya menyebut ini bermula ketika seseorang salah membeli pengiris ham alih-alih pengiris daging, tapi asal-usulnya diperdebatkan — pengembangan 1992, penemuan 1996, dan paten 1997 semuanya dikutip.

Ogyeopsal

sekitar 2000

Samgyeopsal dengan kulit yang tidak dibuang. Istilah pemasaran oleh pedagang yang menyebar bersama babi hitam Jeju. Dikenal karena tekstur kenyal kulitnya.

Sejak akhir 2000-an, pemberian aroma dan pemeraman menjadi tren — pemeraman anggur, pengasapan jarum pinus, rempah, dan sejenisnya. Prinsip asli samgyeopsal adalah tidak dibumbui apa pun, tapi sejak periode ini produk yang sengaja melanggar aturan itu mulai laku. Tahun pasti masing-masing tren belum terkonfirmasi.

Satu kisah sampingan tentang potongan tetangga: galmaegisal adalah otot diafragma yang terpisah saat tulang iga dilepas. Namanya adalah perubahan bunyi dari garomaksal (“daging diafragma”), dan tak ada hubungannya dengan burung camar.

Kenapa Pengunjung Memanggang Sendiri?

Karena itulah definisi dari hidangan ini. Oxford English Dictionary bilang begitu.

Pada September 2021, Oxford English Dictionary menambah atau memperbarui 26 kata asal Korea. Banchan, bulgogi, galbi, chimaek, mukbang, hallyu, kimbap, japchae, K-drama, PC bang, skinship, dan lainnya semua masuk — dan samgyeopsal ada di antaranya. Yang menonjol adalah definisinya.

Oxford English Dictionary, September 2021: samgyeopsal — "a Korean dish of thinly sliced pork belly, usually served raw to be cooked by the diner on a tabletop grill" (pemakaian bahasa Inggris pertama, 1993)

Kamus itu sengaja menuliskan ke dalam definisinya bahwa pengunjung memasaknya sendiri di atas panggangan meja. Samgyeopsal dicatat bukan sebagai hidangan yang disajikan di piring, melainkan sebagai format yang mencakup tindakan memasak. Begitulah dunia memandang hidangan ini — dan itu juga persis titik di mana orang asing paling bingung di kedai BBQ Korea. Tak ada yang memasak untukmu; kamu diberi daging mentah dan sepasang penjepit.

Ciri yang mendefinisikan gogitjip (kedai daging) sebagai sebuah usaha adalah tidak ada koki yang memasak — tamu yang memanggang. Gaya layanannya pun campuran: banchan datang sekaligus, sementara daging keluar terpisah setiap kali memesan.

Namun pengecualian makin bertambah. Di tempat yang menangani potongan premium, layanan dipanggangkan staf sudah menyebar. Reaksinya terbelah: sebagian tamu ingin memanggang sendiri, sebagian lagi risih ada pelayan berdiri di samping meja saat obrolan pribadi. Singkatnya: staf mungkin datang memanggangkan untukmu, atau tak ada yang datang. Keduanya normal.

Kenapa Nasi Tidak Disajikan Lebih Dulu?

Itu soal ekonomi, bukan budaya. Kenyang lebih awal berarti makan daging lebih sedikit.

Menurut penjelasan yang dikenal luas di kalangan usaha, restoran BBQ tidak menyajikan nasi di awal. Sebaliknya, setelah daging habis, mereka menyajikan nasi dan sup — atau naengmyeon — sebagai semacam pencuci mulut. Jadi urutan mengakhiri dengan doenjang-jjigae dan naengmyeon adalah produk struktur bisnis, bukan tradisi. Ini berbasis sumber sekunder, jadi saya tidak akan menyatakannya sebagai fakta — tapi inilah jawaban paling meyakinkan untuk pertanyaan yang paling sering diajukan orang asing.

Ssam (bungkusan) juga bukan diciptakan samgyeopsal. Ia hasil peleburan tradisi sangchu ssambap (nasi bungkus selada) era Joseon dengan samgyeopsal lalu berevolusi. Daging panggang diletakkan di atas daun sayur mentah atau acar, ssamjang di atasnya, dan semuanya masuk sekali suap. Selada, daun perilla, ssamjang, saus minyak wijen, bawang putih, sayur acar, dan kimchi adalah susunan dasarnya. Kapan kebiasaan menambahkan pajeori (salad daun bawang) atau memanggang kimchi dan tauge di panggangan dimulai belum terkonfirmasi.

Tips kedai BBQ 1 — sebelum masuk

  • Jumlah rombongan. Kebanyakan kedai BBQ menerima rombongan 2–3 orang atau lebih. Satu porsi tidak menguntungkan setelah memperhitungkan biaya sayur dan banchan, jadi paling aman menganggap kamu bisa ditolak jika datang sendirian. Artikel ini tidak bisa memastikan di mana sebenarnya restoran BBQ ramah solo berada.
  • Pesanan minimum. Banyak tempat mensyaratkan minimal dua porsi. Cek dulu satuan porsi dan pemberitahuan pesanan minimum di menu.
  • Aturan all-you-can-eat. Tempat all-you-can-eat biasanya mensyaratkan 2–3 orang atau lebih, dengan batas waktu satu sampai dua jam — dua jam paling umum di tempat yang memanggangnya lama. Kamu akan sering melihat pemberitahuan biaya sisa daging atau biaya lingkungan, jadi jangan menumpuk daging di piring; panggang secukupnya saja.
  • Vegetarian dan halal. Terus terang, rumah samgyeopsal bukan untuk pelancong vegetarian atau halal. Daging babi adalah pusat usaha ini, dan panggangan serta alat masaknya dipakai bersama. Lebih baik menjadwalkan bibimbap, makanan kuil, atau hidangan vegetarian tradisional secara terpisah.

Tips kedai BBQ 2 — di depan panggangan

  • Memasak. Samgyeopsal datang sebagai daging mentah tanpa bumbu, dan karena ini daging babi kamu harus memasaknya matang penuh. Panggang sampai bagian luarnya kuning keemasan renyah dan sari dagingnya bening. Jangan pernah memakannya dengan sisa warna merah muda.
  • Penjepit dan gunting. Penjepit untuk membalik, gunting untuk memotong. Biasanya satu orang bertugas memanggang, tapi tidak ada aturan baku.
  • Asap dan bau. Hampir setiap meja punya tudung penyedot asap. Cek posisi tudung saat duduk, dan hindari baju yang akan kamu pakai untuk agenda berikutnya. Banyak tempat kabarnya menyediakan celemek atau kantong plastik untuk baju, meski berbeda tiap kedai.
  • Kapan memesan nasi. Nasi tidak datang di awal. Saat daging hampir habis, pesan hidangan penutup — doenjang-jjigae, naengmyeon, atau bokkeumbap (nasi goreng) — secara terpisah. Memesan nasi di awal berarti meninggalkan daging.

Apakah Udara Buruk Menjual Lebih Banyak Samgyeopsal?

Benar. Tapi kepercayaan rakyat bahwa samgyeopsal membilas debu halus dari tubuhmu tidak punya dasar ilmiah. Pisahkan kedua hal ini.

Sebuah makalah 2016 di Journal of Rural Economics, terbitan Korea Rural Economic Institute, menguji kepercayaan rakyat ini dengan data. Menggabungkan survei panel konsumen 2010–2014 dari Rural Development Administration dengan pengukuran debu halus Korea Environment Corporation lalu menganalisisnya dengan model Tobit panel, para peneliti menemukan ini: saat konsentrasi debu halus rata-rata mingguan naik 10 ㎍/㎥, belanja samgyeopsal rata-rata minggu berikutnya naik ₩23.9.

Para peneliti menilai hasil ini sulit dijelaskan dengan teori ekonomi rasional, dan menafsirkannya sebagai pergeseran emosi psikologis serta sikap defensif konsumen menghadapi debu halus yang meningkat. Ringkasnya: gagasan bahwa lemak babi membilas debu dari tenggorokan tidak berdiri secara medis, tapi perilaku orang yang mempercayainya sungguh tampak dalam data pembelian.

Apa Itu Hari Samgyeopsal 3 Maret?

Itu hari peringatan promosi yang ditetapkan koperasi peternakan pada tanggal dengan angka 3 berulang, bertujuan menaikkan pendapatan peternak babi.

Logika tanggalnya sederhana: 3 Maret menggandakan angka 3, cocok dengan sam (“tiga”) dalam samgyeopsal. Para peritel kembali menggelar diskon daging babi pada hari itu di tahun 2025, dan awal Maret tetap menjadi musim promosi daging babi di supermarket setiap tahun.

Tahun pendirian dan tempat asal yang kerap dikutip tidak bisa dikonfirmasi untuk artikel ini. Pendirian tahun 2003 dan kisah asal dari koperasi regional tertentu beredar luas, tapi sumber aslinya tidak bisa ditemukan. Angka skala seperti tingkat diskon atau volume penjualan juga belum terkonfirmasi.


Jadi, Samgyeopsal Menjadi Apa?

Ia menjadi makanan nasional karena dulu murah — dan begitu menjadi makanan nasional, ia berhenti murah. Itulah kesimpulan sembilan puluh tahun ini.

Sebagian catatan menyebut bahwa sampai pertengahan 1990-an samgyeopsal bertahan di kisaran ₩600 per 100g — lebih murah daripada potongan daging babi lainnya. Lalu, sejak pertengahan 1990-an, popularitas dan harga naik bersama. Harga samgyeopsal domestik hari ini tak bisa dibandingkan dengan era itu. Struktur harga rinci dan soal ukuran porsi dibahas di artikel lain di situs ini.

Dimampatkan menjadi urutan, sejarahnya berjalan begini. Orang Korea sudah mengenal daging antara perut dan paha belakang. Bau membuat mereka merebusnya. Perbaikan bibit dan kastrasi menghilangkan bau, dan memanggang menjadi mungkin. Gas datang, dan semua orang memanggang di mana saja. Krisis finansial menempelkan makna penghiburan murah pada rasanya. Dan saat terlalu banyak orang menginginkan potongan yang sama, Korea mulai mengimpor samgyeopsal.

Seperti entri Wikipedia bahasa Inggris yang salah tahun, sejarah hidangan ini masih menyimpan banyak tahun keliru dan teori rakyat yang belum terverifikasi — kisah tentang Jepang yang hanya membeli potongan tanpa lemak salah satunya. Jika malam ini kamu duduk di depan panggangan, layak mengenang nama yang tercetak di koran sembilan puluh tahun lalu: segyeopsal.

Sumber data

  • Academy of Korean Studies, Encyclopedia of Korean Culture, entri "Samgyeopsal-gui" (mengutip Dong-A Ilbo 1934 dan Ijo Gungjeong Yori Tonggo 1957) — encykorea.aks.ac.kr
  • Oxford English Dictionary, "Daebak! A K-update," September 2021 — public.oed.com
  • Korea Meat Trade Association, "Konsumsi Daging Per Kapita," 1980–2024 — kmta.or.kr
  • Korea Meat Trade Association, "Impor Daging Babi Menurut Potongan," kumulatif Jan–Jul (tahun dasar perlu dikonfirmasi ulang) — kmta.or.kr
  • Farm Insight, Kim Tae-gyeong, "Memikirkan Ulang Klaim Samgyeopsal Hwang Kyo-ik" (statistik ekspor ke Jepang) — farminsight.net
  • Farm Insight, Kim Tae-gyeong, "Memikirkan Ulang Teori Samgyeopsal Hwang Kyo-ik, bagian kedua" — farminsight.net
  • Farm Insight, "Sejarah dan Arah Konsumsi Daging Korea, serta Posisi Industri Pengolahan Daging" — farminsight.net
  • Korea Rural Economic Institute, Journal of Rural Economics, "Pengaruh Konsentrasi Debu Halus terhadap Pembelian Daging Babi," 2016 — krei.re.kr
  • Korea Rural Economic Institute, Agriculture Policy Focus, "Tren dan Tugas Industri Babi Setelah Penyakit Mulut dan Kuku," 2012 — krei.re.kr
  • Hankyung, "Bahkan 'Dewa Ayam' kalah: makanan yang dipuja orang Korea dengan 30 kg per orang," 3 Maret 2025 (mengutip Agricultural Outlook 2025 KREI) — hankyung.com
  • SBS News, "Konsumsi daging babi per kapita tahun lalu capai 30 kg; samgyeopsal potongan paling populer," 3 Maret 2025 — news.sbs.co.kr
  • Korean Air Morning Calm, "Sejarah Kehidupan di Atas Panggangan: Samgyeopsal," edisi Mei–Juni 2026 — morningcalm.koreanair.com
  • Korea Pork Producers Association, informasi daging babi (perbandingan samgyeopsal Korea vs impor, materi industri) — koreapork.or.kr
  • Wikipedia bahasa Korea, entri samgyeopsal-gui / samgyeopsal (potongan) / galmaegisal / demam babi Afrika (sumber sekunder) — ko.wikipedia.org
  • Wikipedia bahasa Inggris, entri "Samgyeopsal" (menulis artikel 1934 menjadi 1984; perlu verifikasi) — en.wikipedia.org